RSS Feed

The best innovation in my life.

siapa sih yg gak tahu sama Indonesia beserta segala tingkat konsumsi masyarakatnya yang sangat tinggi. Atau dengan kata lain,orang Indonesia itu “komunitas latahan”. Sekarang lagi jamannya apa,semua ikutan,klo gak ikutan ngrasa gak asik dan menjadikan ini biar diterima di forum sosial.

“Idihh,apaan tuh celana lo? Kayak punya gw dong,Nudie nih,gak boleh dicuci 6 bulan biar keliatan hasilnya entar. Mahal loh ini..” –latahan Denim


“Eh,tepar banget nih gw abis gowes kemaren di CFD. Kemaren gw baru beli parts baru nih,framenya mau gw ganti warna. Itu lo beli parts dimana?” – latahan Fixie Bike


Denim dan Fixie adalah dua dari sekian banyak produk yang mendadak booming di masyarakat. Tidak ada yang menyalahkan pola konsumtif masyarakatnya kok,karena kalo mau diliat dari segi bisnis,tipikal konsumen kayak orang Indonesia ini,sasaran paling empuk. Jadi,jangan salah pengertian para Denimholic dan Fixiemania. Saya juga salah satu korban nya kok. hehe..

tapiiii… bukan Denim dan Fixie yang akan saya bahas kali ini. 2 hal tersebut jadi background history aja atas apa yang mau saya bahas sebenernya. Dihubungin sama pola konsumtif masyarakat,ada satu produk latahan yang menurut saya paling inovatif  dan sudah dipastikan memiliki umur lebih panjang kalau dibandingin dgn produk latahan lainnya. Dan ini saya nobatkan sebagai “The Most Innovation Ever in my Life”. Semua orang tahu produk ini..

Dari mulai anak muda di Indonesia,

Sampai Kim Kardashian artis Hollywood,

 

Bahkan mantan Wapres kita,Bapak Jusuf Kalla,

Dan hingga sampai Presiden Obama,

Dan ini tambahan satu lagi,

 

Everybody uses Blackberry

dan menurut saya,Blackberry adalah salah satu produk yang paling inovatif dan mampu mengubah paradigma masyarakat tentang “komunikasi”, Di setiap pusat kota perbelanjaan di mana pun, logo BlackBerry sudah tidak asing lagi. Iklan BlackBerry selalu berada di mana saja, dan menawarkan setiap produk terbaru dari mereka, pastinya dengan harga yang mudah dijangkau. Dalam persaingannya dengan salah satu produk dari Apple, yakni iPhone, BlackBerry tetap menjadi pemenangnya.

Jadi, kenapa BlackBerry begitu booming di Indonesia?

Salah satu alasannya adalah harga. BlackBerry baru hanya sekitar US$ 500, dibanding dengan iPhone baru yang bisa seharga $ 900, tapi jka kita membelinya sebagai produk BM (black market atau pasar gelap), maka BlackBerry bisa seharga US$ 300. BlackBerry tidak hanya ada di Indonesia, masyarakat negara berkembang yang sadar akan tren juga menikmati ponsel ini.

Selain harga, aksesibilitas juga menjadi salah satu alasannya. Infrastruktur internet di Indonesia sangat mahal dan tidak selalu dapat diandalkan. Bagi banyak orang Indonesia, lebih mudah, dan murah, untuk mengaktifkan internet dalam handphone.

Produsen BlackBerry, mengatakan bahwa Indonesia adalah bagian penting dari strategi Asia. Indonesia memegang banyak potensi. The ROA Group, sebuah kelompok riset ponsel, memperkirakan bahwa tahun depan setengah dari 250 juta orang Indonesia akan memiliki ponsel.

Jumlah pengguna layanan BlackBerry diperkirakan bertambah 4,9 juta pelanggan selama kuartal pertama tersebut atau kira-kira sebesar jumlah penambahan pelanggan pada kuartal sebelumnya. Total pengguna layanan BlackBerry saat ini diperkirakan telah mencapai 46 juta pelanggan.

Jadi tidak mungkin suatu produk se-meledak ini kalau memang tidak ada keunggulan yang benar membuat orang2 berbondong2 meninggalkan semua CDMA dan GSM dgn harga pulsa yang gak jauh lebih mahal dari pisang goreng.

Blackberry mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi,meskipun gak bisa disangkal kalu Blackberry “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Namun bagi saya,Blackberry sangat inovatif dan cerdas dengan segala fitur dan keunikan yang mempermudah komunikasi.

Pulling the plug on the BlackBerry could cost corporate America millions of dollars. The BlackBerry is more than e-mail but a handheld office, and if you shut down the BlackBerry, you shut off the data that powers American business.
Al Smith

There are moments when the body is as numinous as words, days that are the good flesh continuing. Such tenderness, those afternoons and evenings, saying blackberry, blackberry, blackberry.
Robert Has

 

 


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: